Menjawab Tantangan Keuangan di Era Modern Bersama Tokoscore, Ivoji, dan Kredito

TRENAKSARA.COM, Bandar Lampung, 2025 — Di era digital yang serba cepat, tantangan dalam pengelolaan keuangan semakin kompleks. Untuk menjawab hal tersebut, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkolaborasi dengan PT Semangat Digital Bangsa (Tokoscore), PT Finansia Aira Teknologi (Ivoji), dan PT Fintek Digital Indonesia (Kredito) menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan bertema “Menjawab Tantangan Keuangan di Era Modern Bersama PINDAR.”

Acara ini diadakan di kampus Polinela dan dihadiri oleh mahasiswa/i. Kegiatan berfokus pada peningkatan literasi keuangan digital, pemahaman credit scoring, serta pentingnya mengenal PINDAR (Pinjaman Daring Legal) yang diawasi OJK sebagai pengganti istilah pinjol yang identik dengan layanan ilegal.

Menurut data OJK, tingkat literasi keuangan Provinsi Lampung naik menjadi 41,30%, sementara jumlah pengguna pinjaman daring nasional mencapai 15,4 juta akun pada kuartal I 2025. Fakta ini menunjukkan pentingnya edukasi finansial agar generasi muda dapat menggunakan layanan fintech secara bijak dan aman.

Melalui sesi edukatif dan simulasi kredit skoring, mahasiswa diajak memahami cara membangun profil kredit yang sehat serta menghindari jebakan pinjaman ilegal. “Credit scoring bukan sekadar angka, tetapi cerminan perilaku finansial dan digital seseorang,” ujar Devananda Ega Saputra, VP of Business & Operation Tokoscore. Efvin Nanda Hardini, Commercial Manager Ivoji, menambahkan, “Akses kredit seharusnya menjadi alat untuk tumbuh dan membangun fondasi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.” Sementara itu, Muhamad Napis, Business Operation Manager Kredito, menutup, “Fintech harus mendorong inklusi keuangan yang bertanggung jawab dan membentuk generasi melek finansial.”

Para mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan finansial, tetapi juga diajak menjadi agen perubahan literasi keuangan digital di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Edukasi semacam ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya perilaku finansial yang sehat, mendukung target peningkatan inklusi keuangan nasional menuju 90% pada tahun 2026, serta membangun budaya keuangan yang transparan, aman, dan berkelanjutan di kalangan generasi muda Indonesia.

Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri fintech ini, diharapkan muncul generasi muda yang cerdas, sadar risiko, dan bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, menjadikan PINDAR sebagai simbol transformasi menuju ekosistem keuangan yang legal, transparan, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *