Robinson Napitupulu Ungkap Wasiat Terakhir Suhardiman: Kawal Jokowi hingga 2024, SOKSI Klaim Tuntaskan Amanah Sejarah

TRENAKSARA.COM, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Badan Perlindungan Lansia (BP Lansia) Pusat sekaligus politisi senior Golkar dan tokoh SOKSI, Robinson Napitupulu, menyampaikan pernyataan terkait rangkaian sejarah panjang peran SOKSI dalam mengawal kepemimpinan Joko Widodo, yang disebutnya sebagai bagian dari amanah terakhir pendiri SOKSI, Suhardiman.

Dalam keterangannya di Jakarta, Robinson menegaskan bahwa perjalanan politik tersebut bukan sekadar dinamika biasa, melainkan rangkaian peristiwa yang memiliki makna historis mendalam bagi organisasi SOKSI dan perjalanan kepemimpinan nasional.

Ia mengungkapkan bahwa pada Minggu, 5 Desember 2015, Suhardiman memanggil dirinya bersama sejumlah tokoh ke kediamannya di Cipete, Jakarta Selatan. Dalam kondisi kesehatan yang menurun, Suhardiman disebut menyampaikan wasiat penting agar SOKSI menjaga, mengawal, dan mengamankan kepemimpinan Jokowi hingga tahun 2024.

“Pesan itu disampaikan secara langsung sebagai amanah terakhir. Kami memaknainya sebagai tanggung jawab sejarah yang harus dijalankan dengan penuh komitmen,” ujar Robinson.

Beberapa hari setelah penyampaian wasiat tersebut, tepatnya pada 13 Desember 2015, Suhardiman wafat dalam usia 93 tahun. Kepergian tokoh tersebut disebut berlangsung tenang setelah amanah diserahkan kepada para penerusnya. Sejumlah tokoh nasional, termasuk Joko Widodo, turut hadir melayat sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Sebagai tindak lanjut dari amanah tersebut, Robinson bersama rekan-rekannya kemudian membentuk tim Pusdalmenang Jokowi pada 21 Maret 2017. Tim ini bekerja hingga ke tingkat provinsi, kabupaten, dan kota sebagai bagian dari upaya konsolidasi dukungan politik.

Robinson juga menyebut bahwa pada November 2017 di Bogor, pihaknya sempat melaporkan langsung kepada Presiden Jokowi terkait gerakan tersebut dalam sebuah forum nasional, dan mendapatkan respons positif.

“Ini menjadi bagian dari pelaksanaan amanah yang kami jalankan secara konsisten hingga tuntas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pada Oktober 2024, Pusdalmenang Jokowi resmi dibubarkan, seiring berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi setelah dua periode kepemimpinan. Hal tersebut, menurut Robinson, menjadi penanda bahwa amanah yang diberikan pada 2015 telah dilaksanakan sesuai dengan pesan yang disampaikan.

Dalam refleksinya, Robinson memaparkan empat fase utama perjalanan hubungan SOKSI dengan Jokowi, yakni fase prediksi awal sejak 1992, fase deklarasi dan kerja politik pada 2014, fase wasiat pada 2015, serta fase pelaksanaan hingga 2024.

Menurutnya, rangkaian tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang yang menunjukkan konsistensi peran organisasi dalam dinamika politik nasional selama lebih dari tiga dekade.

“MTPM, Merdeka. Ini bukan hanya perjalanan politik, tetapi bagian dari sejarah panjang pengabdian. Amanah telah kami jalankan hingga tuntas,” tegas Robinson.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebangsaan dalam membangun Indonesia ke depan.

“NKRI harga mati. Maju terus, pantang mundur,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *